bidvertiser

Wednesday, 11 March 2015

Cara mengatasi rem berdecit

Brosis, pasti pernah nih mengalami masalah seperti ini, jengkel juga kan lama-lama kalo rem nya bunyi ngak ngik ngak ngik terus waktu ngerem. Dan terkadang malu juga kan bawa motor keren tapi pas ngerem ngiiiiiiiiiiik duh kayak motor lama yang gak diurus aja hehe

Nah yang paling sering darah tinggi alias marah marah tuh biasanya para kaum hawa nih, apalagi ibu ibu yang awam banget sama motor. Ngga maksud sara yak hihi Namun gak sedikit juga cowok cowok yang katanya suka motor tapi masih awam juga tentang motornya hehe ya gakpapa lah saya juga kek gitu kok, gak banyak tau soal motor :3

Nah solusinya sih gampang aja sebenernya, brosis tinggal cari aja bengkel terdekat dan bilang aja keluh kesahnya pake motor kalian sama mekaniknya, setelah konsultasi tanggal aja buat ngopi ngopio dulu dan biarkan mekanik yang bekerja, beres deh hehe. Tapi buat yang mau iseng iseng atau pengen tau dan pengen bisa reparasi sendiri langsung siapin aja peralatannya, mudah kok.

Yang pertama pastinya copot dulu baut as roda belakang sepaket sama rem nya, alias copot semuanya hehe trus tinggal copot as dan bannya aja. Setelah itu barulah buka kampas rem dan rumah nya buat dibersihin. Bisa disemprot pake angin bertekanan bisa juga di lap, jadi ya suka suka aja kalo yang satu ini.

Setelah kampas rem sama rumahnya bersih, gorok permukaan kampas rem nya buat alur kotak kotak atau garis garis gitu, fungsinya agar rem lebih pakem, sehingga nantinya saat timbul serbuk dari kampas rem gak membuat licin si kampas. Jadi kayak alur ban gitu, nambah gaya gesek. Oiya, sebelum bongkar bongkar jangan sampe lupa ya pemasangannya hehe bisa berabe, tapi santai aja gak rumit ko, tergantung motornya.

Sebenarnya rem yang berdecit seperti itu bisa terjadi karna kampas rem basah atau terdapat banyak serbuk kampas rem. Jadi dengan cara seperti diatas sudah dapat mengurangi atau menghilangkan rem yang berdecit.

Berbeda dengan rem tipe tromol seperti diatas, untuk rem cakram tinggal bersihin aja cakramnya (dan memang idealnya cakram wajib dibersihin secara rutin, karna rem adalah salah satu part terpenting pada kendaraan kita. Yang juga dapat mengontrol nyawa kita #halah

Kalau dibersihin ternyata tetep gak berefek, silahkan copot kampasnya, bersihin dan gorok seperti cara diatas, lalu cakramnya bersihin pake air dan keringkan tapi jangan kering banget. pasang dan langsung pakai aja.

Sepengalaman saya sih 2 tips diatas manjur buat ngatasi masalah diatas, soalnya udah pernah ngalamin sendiri hehe

Sekian, semoga berguna :)

Saturday, 14 February 2015

Tips cara inreyen untuk performa dan keawetan yang seimbang!

Oke brosis, mari kita sharing tentang cara inreyen yang baik bagi mesin kesayangan kita. cara ini cukup mudah dan efisien bagi mesin baru.

Oiya, bagi yang baru saja oversize ataupun mengganti kampas koplingnya ada baiknya motor kesayangan brosis di inreyen juga, karena part-part tersebut saling berhubungan dan bergesekan, sehingga pada jam pertama pemakaian harus di inreyen dulu.

Namun hati hati, cara reyen motor baru dengan motor lama yang cuman turun mesin beda brosis.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa cara ini berlawanan dengan rekomendasi pabrikan, namun saya pikir cara ini justru lebih baik daripada cara inreyen atau break-in menurut pabrikan. Saya telah membaca cukup materi tentang masa inreyen dan bertanya pada teman saya yang jebolan bengkel pabrikan justru menurut saya inilah yang paling baik.

Kenapa saya katakan baik bukan benar, karena cara inreyen yang benar masih diperdebatkan hingga kini, jadi silahkan memilih cara mana yang brosis sukai.

mesin scorpio


Pertama, pastikan jangan menggunakan oli sintetik untuk 2500 km pertama pada masa inreyen tersebut. Gunakan hanya oli mineral untuk inreyen mesin kesayangan, karena oli sintetis terlalu licin untuk proses inreyen yang dapat mengakibatkan ring piston tidak dapat menutup sempurna celah pada piston dan silinder dengan baik.

Kedua, sebelum riding untuk pertama kalinya pastikan level oli mesin pas tidak kurang dan tidak melebihi anjuran pabrik, kemudian panaskan mesin sampai pada temperatur pengoperasian sebelum mengendarainya. Jangan mereyen motor di jalan yang amat ramai, sebisa mungkin cari tempat cukup yang sepi dan tidak macet. Untuk 1-2 km pertama sebaiknya berjalan pelan 20-40kpj untuk memastikan bukaan gas dan perseneling nyaman. Kemudian lanjut 10 km berikutnya bukaan gas dibuat berfluktuasi pada 40-50% dari rpm puncak.

Namun jangan berakselerasi secara spontan atau menyentak, lakukanlah sehalus mungkin agar kampas kopling dapat terlumasi dengan baik serta jangan lupa untuk mengunakan engine break untuk menghasilkan tekanan pada ring piston sehingga ring dan silinder tertutup sempurna (namun jangan terlalu kuat). Setelah 10km berhenti dan matikan mesin selama 10-15 menit. Lalu kendarai kembali dengan 1000 rpm lebih tinggi. Pada kasus saya menjadi  4000 – 7000 rpm, dengan bukaan gas berfluktuasi dan dan engine break yang wajar. Setelah 5 km istirahatkan kembali motor anda selama 5-10 menit. Ulangi lagi cara diatas dengan menaikan 1000 rpm kembali sejauh 5km.

Setelah itu biarkan mesin selama +- 5 menit untuk melepaskan suhu panas lalu ganti oli mesin dan bersihkan filter olinya juga (untuk beberapa motor cukup dibersihkan dan untukmotor dengan filter oli didalam mesin bisa diganti menurut pabrikan saja). Dan lihatlah betapa kotor oli tersebut brosis :D

Hari berikutnya, kendaraan kesayanangan kita boleh dipakai secara normal brosis. Inget ya, normal bukan kebut-kebutan hehe pakai saja secara normal sampai pada 1500-2500 km pertama baru kemudian brosis bebas untuk berkendara semaunya.

Namun bukan berarti semaunya itu kebut-kebutan lho ya, utamakan safety riding dan keselamatan kita dan pengguna jalan lain hehe tapi perlu diingat bahwa fluktuasi bukaan gas sangat penting, jangan berkendara dengan kecepatan yang sama dan dengan gigi yang sama dengan waktu yang cukup lama.

Jangan pula menggunakan gigi 3 keatas dengan kecepatan sangat rendah atau rentan rpm kurang dari 30-40% dari rpm maksimal, begitu sebaliknya, jangan menggunakan gigi rendah untuk kecepatan tinggi atau high rpm cukup lama. Usahakan pergantian gigi dilakukan secara tepat, dan pada saat start usahakan sehalus mungkin (terutama jika baru menggunakan kampas kopling kevlar) dan jangan menyentak-nyentak kendaraan anda brosis.

Namun pastikan bahwa setelah pergantian oli untuk pertama kalinya tadi, gantilah oli dan filter oli (atau bersihkan saja) pada interval 100 km, lalu 300 km, 800 km, dan 2000 km dan kemudian baru boleh memakai oli sintetis jika memang mau memakai oli sintetis, dan rentang waktu pergantilan oli berikutnya sesuaikan dengan kondisi motor dan oli mesin brosis.

Rentang pergantian oli yang pendek berfungsi untuk membersih kan dan mencegah partikel-partikel metal yang timbul dari gesekan part dalam mesin terutama bagian silinder dan kopling agar tidak ikut bersirkulasi bersama oli di dalam mesin dan menyebabkan gesekan pada part lainnya.  Karena walaupun telah ada filter oli, masih banyak serbuk metal yang ukurannya micro sehingga dapat lolos dari filter oli.

Tapi kenapa pabrikan merekomendasikan pergantian oli lebih lama, dan bahkan pergantian oli pertama pada 500km? hm entahlah, yang jelas jika pergantian oli dilakukan dalam interval tersebut serbuk metal dari friksi akan menyebar pada mesin secara luas dan dapat menyebabkan piston tergores, ring piston cepat aus dll.

Lalu bagaimana dengan inreyen motor yang di oversize?
Silahkan buka link berikut brosis biar ga kepanjangan nih artikel hehe Cara break in atau inreyen mesin yang dioversize

Oiya, ada baiknya saat break in atau inreyen menggunakan bbm yang sesuai dengan kebutuhan kompresi mesin, dan setelah inreyen selesai brosis memakai long drain oil yang mampu mencapai umur pergantian lebih dari 3000km sehingga dapat mengurangi limbah oli :)

Nah, dengan demikian performa motor bakalan sesuai dengan spesifikasinya dan part mesin bakal lebih awet.

Sekian semoga berguna ^_^

nb: jika ada kesalahan mohon dikoreksi, artikel dibuat berdasar pengetahuan saya dan teman bengkel serta beberapa serta info di berbagai media.

Friday, 13 February 2015

Review sepatu outdoor karrimor lokal

Sebelum baca ada baiknya brother and sister buat kopi dulu nih ^_^

Oke, langsung saja, kali ini saya mau review tentang sepatu outdoor. Kita ulas langsung saja sepatu gunung merk karrimor, tapi yang satu ini lokal. Karena yang orisinil impor agak susah nyari dan harganya pun juga susah :D

Dapet info bahwa sepatu karrimor lokal ternyata sol sepatunya asli bikinan karrimor, namun sepatunya yang buatan lokal. Pantas saja lebih murah, sepatu karrimor ini cuma dibanderol seharga 210 ribu rupiah saja (saat saya beli bulan november 2014). Tapi tentu saja berbeda harga di tiap wilayah, di kota tempat pembuatannya saja mungkin sudah bervariasi harganya, apalagi di tempat lain.

Bentuk dan desainnya cukup bagus dan keren menurut saya, Baik dipakai untuk hiking, jalan-jalan, ataupun touring tetap matching sepatu ini.

Selain bagus bentuknya, sepatu ini juga cukup nyaman, dan juga waterproof. Namun hanya di dinding sepatunya saja, yang bagian depan ( tempat tali sepatu ) sudah pasti kemasukan air karena tentunya kurang rapat.

Namun ketahanan terhadap airnya kurang bertahan lama, dan bakal rembes entah dari samping maupun dari depan. Namun lumayan juga, kalau kehujanan cuma dingin saja, cuma lembab tapi airnya gak masuk. Tapi kalau lama ya bakal masuk juga airnya.

Tapi gak terlalu parah kok, sedikit saja itu pun agak lama rembesnya. Lemnya sudah cukup rapi, namun sayangnya kurang paten atau kurang kuat. Terbukti saat diklat sar saya dulu bagian sol depan dan samping depan mengelupas, dan terpaksa saya lem ulang dengan lem alteco.

Tapi wajar juga sih, karena sering kehujanan dan dengan medan yang cukup berat selama seminggu sampai sepatunya jadi seperti itu. Soalnya sepatu merk rei milik teman saya juga sedikit mengelupas, namun gak separah sepatu karrimor saya. Dan walaupun sol sepatunya original karrimor, ternyata cukup cepat habis atau tipis juga, maklum ada harga ada rupa kan.

Tapi sepatu ini kalau buat touring nyaman, keren juga model sepatunya buat bikers, cocoklah buat eksis kalo sedang kopdar atau touring bareng clup atau sekedar main sama temen-temen. Bisa jadi alternatif buat sepatu touring yang mahal kan? Lumayan deh, multifungsi.

Over all, cukup worthed sepatu tersebut, murah tapi gak murahan. Kualitas bahan juga bagus dan memadai untuk kegiatan-kegiatan outdoor.

Ini cuma review ya, bukan promosi atau apapun itu, be positif saja karena ini memang cuman review jujur dan seadanya saja dari saya pribadi.

Silahkan dilihat saja fotonya berikut :
karrimor lokal
Sepatu karrimor
Bagaimana, tertarik untuk membelinya? Silahkan langsung saja pesan ke penjualnya, karena saya gak jual  :D

Sekian, semoga berguna :)

Tuesday, 10 February 2015

Cara break-in atau inreyen mesin yang di oversize

Cara inreyen mesin yang oversize atau sehabis turun mesin berbeda dengan inreyen mesin motor baru. Karena pada oversize, piston dan ring piston harus 'berkenalan' dulu dengan liner atau buring.

Setelah dibubut seukuran dengan piston, dinding silinder masih keset dan belum proporsional untuk pergerakan naik turunnya piston (masih terlalu sempit) sehingga perlu penyesuaian lagi.

Nah, sebelum cara inreyen sebaiknya lakukan cara ini dulu sebelum pemasangan piston dll brosis. Cukup simpel kok, namun bisa jadi bikin pegel :D

Ambil piston dan pasang pen pistonnya sekalian pasang kunci pas dan jangan pasang cirklipnya dulu (maaf gada fotonya :3)

Intinya agar dapat menarik dan mendorong piston pada silinder. Lalu masukan piston dan lumasi dengan solar piston dan silindernya, kemudian  gerakkan maju mundur ato naik turun (terserah gimana bahasanya hehe) gerakkan sampai benar-benar licin, atau tidak keset dan sempit lagi.

Simpel kan? Namun efeknya cukup berarti brosis. Setelah selesai silahkan pasang seperti biasa. Dan setelah pemasangan selesai, pastikan agar tidak lupa mengisi oli mesin :v

Nah, untuk reyen nya silahkan ambil ember dan selang serta air. Hidupkan mesin pada posisi langsam ( +-1500 rpm) selama 3-4 jam. Tau kan brosis ember selang dan airnya untuk apaan hehe yap, ntuk menyiram mesin secara terus menerus agar tidak overheat dan menyebabkan piston nyingset.

Kenapa harus dibiarkan langsam dulu? Balik ke awal tadi piston dan dinding slinder belum 'kenal satu sama lain' jadi harus disesuaikan dulu, jika langsung bawa lari gesekan piston dinding silinder yang ukurannya belum klop akan menyebabkan overheat dan piston jebol karna tekanan dan beban yang belum seharusnya didapat oleh piston sehingga menyebabkan piston jadi 'nyingset'.

Jika sampai itu terjadi ya, siap dana aja buat turun mesin lagi :v

Setelah itu istirahatkan mesin selama +- 6 jam baru di start lagi selama 3-4 jam lagi seperti pada awal tadi.

Hari kedua panaskan mesin dan biarkan langsam seperti pada hari pertama. Setelah 6 jam ulangi lagi dengan langsam +-1800 rpm selama 2 jam. Setelah selesai istirahatkan sekitar 15 menit lalu nyalakan dan coba bukaan gasnya dan coba test drive pelan sejauh 2 km untuk penyetelan kopling dll.

Hari ketiga coba test drive sejauh +- 15 km, dengan maksimum 4000 rpm atau +-40% dari top rpm motor dengan maks menggunakan gir terakhir kedua atau satu gigi sebelum gigi puncak motor.

Setelah itu silahkan ganti oli, oiya wajib menggunakan oli mineral ya untuk inreyen.

Nah, selesai inreyen jangan dipakai ngebut dulu, maksimal di 50% rpm puncak selama +- 500 km atau pas ganti oli. Setelah itu  gunakan maks 70% dari maks rpm sampai +-1500 km dan ganti oli. Sisanya terserah brosis hehe namun jangan ngebut ngebut, kasian yang dirumah ntar khawatir loh :v

Sekian semoga berguna.
Nb: jika ada yang salah monggo dikoreksi, Terima kasih ^_^

2c37df655bbacde17feeb3b8b

Saturday, 7 February 2015

Oli mesin habis, ini akibatnya

Oli mesin terkadang menjadi hal yang disepelekan para biker terutama yang menganggap 'yang penting motor bisa dipake jalan yaudah. Padahal oli mesin merupakan salah satu hal yang paling penting.

Oli mesin melindungi part mesin dari aus, panas, dan kotoran. Bisa dibayangkan kan kalo oli mesin kualitasnya jelek, atau lebih parahnya lagi sampai habis karna telat ganti oli. Ganti oli mesin teratur aja mesin masih berkemungkinan besar aus (dan memang gak bisa dihindari, cuman bisa diminimalisir) apalagi yang jarang ganti oli, sampai oli mesin tinggal dikit atau bahkan habis, beuh ancur dah tu motor..

Penyebab mesin rusak memang bukan hanya telat ganti oli yang menyebabkan oli berkurang atau habis namun juga ada kemungkinan pompa oli rusak dan oli tak dapat bersirkulasi ke bagian bagian tertentu dalam mesin.

Hal ini dapat mengakibatkan mesin aus bahkan rusak, baik piston, ring piston, stang piston, klep dll. Gak mau kan sampai keluar uang 1 juta lebih buat turun mesin hanya karna gak ganti oli mesin yang harganya berkisar dari puluhan ribu hingga ratusan ribu saja?

Dan pastikan filter oli selalu dirawat, dengan membersihkannya 2 bulan sekali atau tiap 2 kali ganti oli. Dan akan lebih baik lagi jika filter olinya ikut diganti juga tiap interval 2-3 kali ganti oli, gak cuman dibersihin.

Nah, kalo sampai kejadian, begini nih hasilnya (sumber foto : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10204559029167652&set=gm.338988919617724&type=1&theater )
piston gancet kehabisan oli mesin
Pistonnya sampai gencet gitu, apa gak ngeri tuh. Sayangi motor anda seperti menyayangi diri anda sendiri ya brosis hehe kayak kalo kita pengen minum tapi gada minuman, pasti kekeringan kan :v dehidrasi jadinya, nah motor kekurangan oli pengaruhnya juga kira kira seperti itulah hehe

Namun kejadiannya gak selalu seperti yang di foto tersebut, ada yang piston cuman baret baret aja namun part lainnya geol geol, alias rusak bahkan bisa sampai karatan dan macet loh. wiih ngeri kan, jangan sampai deh kejadian kek gitu.

Sekian, semoga gak ada kejadian seperti itu lagi, kasian motor dan uangnya :D

Semoga berguna :)

Thursday, 5 February 2015

Tips isi bensin : Hati-hati, bensin dapat menyusut dan mengembang! no hoax

Share pengalaman nih brosis, tadi pagi sekitar jam 7  berangkat kuliah dari Ungaran ke Semarang nyempetin isi bensin full tank dulu di pom. Isi full sampe batas wajar sebelum tutup tangki, sekitar 3-5cm dari bibir tangki. Gak penuh lah pokoknya.

Lanjut jalan ke kampus dan sesampai di kampus gak ada masalah, selesai ngampus lalu pulang dan mampir restaurant #halah hehe ke warteg maksudnya :D trus cus pulang ke kontrakan buat tidur siang bentar hehe  

Setelah puas ngebo, sekitar jam 1 siang berangkat ke kampus lagi buat ambil KRS + wifian :D Sesampainya dikampus, parkir (ditempat yang panas :3) trus ditinggal bentar eh pas balik ke motor bensinnya netes, karna saya kira dari selang bensin saya lari trus nutup kran tapi kok masi netes.

Dan ternyata setelah saya lihat netesnya dari tutup tangki :o ..

Tanpa pikir panjang saya buka tutup tangkinya (lil bit panic :3) alhasil bensinnya muncrat deras banget kayak dipompa dari dalam. Yah, tumpah deh seperempat liter pertamax, pikir saya :3 tapi sepadan lah sama pengetahuan yang didapat. 

Lain kali kalo ngisi bensin pas pagi pagi bener agar bensin padat, tapi jangan di full tank, wajib disisain ruang lebih biar ga kejadian kek gitu lagi. Juga buat brosis biar ga kejadian kayak ane :v

Sayangnya pas buka tutup tangki gak saya video :3 cuman ada foto ini nih, yah kalo gacaya mah coba aja sendiri brosis, tapi yang jelas saya ga bohong :3

bensin meluap
bekas tumpahan bensin

Itu di tanki masih ada bekas bensin yang nguap, sejalur ma tangki saya yang penyok ntu :v
Trus yang dibawah itu ya tumpahannya, banyak banget, perkiraan saya ya cc nya scorpio, ampir seperempat liter hehe

Btw, adakah yang pernah kek gitu juga? o.O

Sekian, semoga bermanfaat ya, masih galau sayanya :3

Saturday, 31 January 2015

Review ganti kampas kopling scorpio

Sekalian oversize juga ganti kampas kopling dan cek rantai kamrat si Pio agar sekali bongkar kelar semua sampe beberapa tahun kedepan hehe

Saya percayakan kampas kopling merk Daytona untuk menggantikan kampas ori si Pio yang secara kualitas gaperlu dipertanyakan lagi. Kampas kopling yang dipilih adalah yang tetap memiliki kampas pada sela-sela kampas koling primernya, jadi bukan yang langsung plat namun masih tertutup kampas alias model kampas yang menyambung bukan yang putus-putus. (lupa fotoin :3)

Kenapa memilih kampas model tersebut, karna kampas kopling dengan model seperti itu lebih awet untuk penggunaan sehari-hari dan tidak gampang hangus atau terbakar ketika dibawa touring atau perjalanan jauh. Walaupun awalnya saya tertarik dengan kampas kopling kevlarnya WRX, namun atas rekomendasi pak dokter A.K.A temen saya yang merawat mesin si Pio saya jadi beli Daytona hehe

Memang kampas kopling dengan model yang putus-putus akan lebih mantep daya gesek atau hentakkannya kelak, namun yang nyambung bakal lebih awet (kaya orang pacaran aja putus nyambung hihihi)

Nah, karena ganti kampas otomatis saya rendam dulu kampas yang baru selama 2 hari (rencananya 1 hari namun molor, biasa Indonesia mah :D). Dan oli yang ada pada wadah pun nyingset, awalnya banyak, namun berkurang volumenya pada hari kedua. Apa diminum kampasnya yakk hehe bukti dan penjelasannya ada dimari brosis Tips simple agar kampas kopling baru bisa lebih awet

Oiya jangan sampai kebalik ya urutan penyusunan kampas kopling dan plat koplingnya, kalo lupa mending liat di buku manual dulu aja deh. Soalnya gak semua kamkop motor masangnya sama. Ini buat scorpio, liat di part katalog.

urutan kampas kopling scorpio

Nah, sebelumnya saya iseng-iseng liat per klep Pio saya nih, kalo diliat keknya diameternya sekitar 1.5 cm kayak per kopling tiger. Jadi terbesit pikiran kotor saya jika per klep scorpio dibuat per kopling tiger bakalan kaya gimana ntar hahaha soalnya per klep scorpio kerasnya ajib dah, kalo dijadiin per kopling mungkin bisa ‘mumbul-mumbul’ motornya :D

Nih penampakannya
per klep scorpio bisa buat per kopling tiger gak ya
gimana, bisa kaga ya :D
Kemaren rencananya mo ganti kamprat sekalian namun setelah dicek masih bagus kamratnya. Ngeceknya gamapng ko, tinggal di lengkungin kesamping rante kamratnya. Jika amat melengkung ya udah minta ganti, kalo melengkungnya dikit ato wajar berarti masi bagus.

Lagian pernah baca juga rantai kamrat ori scorpio (buatan D.I.D japan) usia pakainya sampai speedometernya muter, alias 100 ribu kilometer. Sementara Pio saya baru 50 ribu, jadi ya masih cukup lama. Paling 2-3 tahun lagi lah saya ganti, gamau nunggu sampe aus, bahaya kalo kamrat mah, lagian udah 5 tahun lebih umurnya.

okee sekian dulu dilanjut nanti hehe

Semoga bermanfaat ^_^